Sudah menjadi rahasia umum bahwa pihak Telkom Indonesia telah melakukan ads indjection, yaitu menyisipkan iklan pada situs-situs yang dikunjungi oleh pelanggan layanan internet Indihome mereka. Tindakan ads indjection Telkom ini tentu sangat disayangkan karena tindakan sepihak dari Telkom ini sangat merugikan pemilik website maupun pengunjung website.

Pihak Telkom sendiri sebenarnya sudah sering menerima komplain dari pemilik website maupun pengguna layanan Indihome sendiri. Namun pihak Telkom belum juga mencabut iklan-iklan tersebut.

Pihak Telkom Klaim Ads Injection adalah Tindakan Legal

Mengejutkan memang.  Pihak Telkom mengklaim bahwa iklan-iklan yang mereka inject pada situs-situs (terutama situs yang belum menggunakan SSL) adalah tindakan legal. Hal ini berawal dari keluhan salah satu pengguna twitter @antoitb pada 28 Desember 2018 yang menanyakan legal tidak nya tindakan ads injection yang dilakukan pihak Telkom, tweet ini ditujukan kepada akun twitter Telkom @TelkomCare dan dijawab oleh Martin yang menjelaskan bahwa iklan-iklan tersebut legal karena bertujuan untuk menginformasikan fitur-fitur yang tersedia kepada konsumen yang menggunakan layanan Indihome. Tweet tersebut sangat ramai karena banyak konsumen lainnya yang mengalami hal yang sama. Namun pihak Telkom tidak menanggapi keluhan itu lebih lanjut.

https://news.linuxsec.org/wp-content/uploads/2019/02/telkomcare.png

Klaim tersebut menjadi kontroversi karena iklan ini belum dapat izin dari pemilik situs yang diinject ads oleh Telkom. Bagi pemilik website, iklan tersebut menambah loading time website yang berpotensi membuat pengunjung kurang nyaman dan kabur karena menjadi lemot. Dan bagi pengunjung sendiri, iklan tersebut cukup mengganggu karena ads yang digunakan merupakan sejenis iklan floating.

Hampir semua provider internet di Indonesia sebenarnya melakukan hal ini, namun Indihome memang yang paling parah. Parahnya lagi, tahun lalu mereka terang-terangan memasang anti adblock pada halaman login wifi.id, memaksa pengguna mematikan adblock mereka. Tentu hal ini sangat tidak nyaman bagi pengguna.

https://news.linuxsec.org/wp-content/uploads/2019/02/wifiid.png

Diketahui belum ada tindakan dari Telkom untuk menghentikan tindakan ads injection ini, tapi bagi Anda yang mungkin terkena imbas dari ads injection ini, Anda dapat mensiasati dengan mengganti dengan provider lain, saya pribadi menggunakan internet dari PT Rackh Lintas Asia, yang sangat menjaga kenyamanan penggunanya, sama sekali tidak menggunakan ads injection.

 

Internet Cepat Unlimited tanpa Disisipi Iklan pada Browser Anda

 

Solusi lainnya, bagi Anda sang pemilik website, Anda dapat memasang SSL. Jika biaya mahal, Anda bisa gunakan SSL Let’s Encrypt yang juga support untuk device-device lawas. Hal ini mencegah pihak Telkom untuk beriklan di website kita. Sementara untuk pengguna, jika risih dengan ads floating Anda dapat mengunjungi website yang belum ber-ssl dengan menggunakan DNSCrypt maupun VPN.

Kategori: Threads

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *